By AHMAD ROZIQ
Bismillahirahmanirrahim….
Jika raja adalah elemen
terpenting dalam sebuah kerajaan dan mutiara yang paling berharga dari cangkang
yang menutupinya, begitupun hati seseorang, ia bagian terpenting yang darinya
tertransfer sinyal ke seluruh anggota badan. Allah melihat kemuliaan seseorang
dari takwanya , firman Allah
إن أكرمكم عند الله أتقاكم
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian
adalah orang yang paling bertakwa.. (QS. Al-Hujurot:
13)
Jika saja ketakwaan menjadi
barometer kemuliaan seseorang di hadapan Allah, lantas di manakah tempat
bersemayamnya mutiara takwa itu? Rasulullah pernah berpesan pada ummatnya
tentang tempat takwa tersebut dalam sabdanya:
التقوى ههنا-و يشير إلى صدره ثلاث مرات
Artinya; takwa itu di sini- menunjukkan
ke dadanya sebanyak tiga kali..
Oleh karena itu, sudah
selayaknya bagi seorang muslim untuk memperhatikan hatinya selalu; sebab hati
ini sering berbolak-balik. Kenapa hati di sebut qolbun dalam
bahasa arab? Karena seringnya dia berbolak balik. Rasulullah menganjurkan pada
kita untuk selalu berdoa pada Pemilik hati untuk tetap berada di jalan-Nya.
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك, اللهم يا مصرف القلوب صرف قلبي إلى طاعتك.
Artinya: ya Allah yang maha membolak
balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu, ya Allah yang maha memalingkan
hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatanmu.
Karena hati seorang hamba
itu berada di antara jari-jemarinya Allah yang Dia berkehendak
membolak-balikkannya. Lantas, tak ada jalan untuk tetap istiqomah selain kita
berdoa pada Allah untuk tetap menetapkan hati ini selalu berpijak di atas
jalan-Nya yang hanif.
Imam Ibnul Qoyyim
Al-Jauziyyah membagi hati menjadi 3 bagian, hati yang sehat, sakit dan mati.
HATI YANG SEHAT
Hati yang sehat yaitu hati
yang bersih yang seorangpun takkan bisa selamat pada hari kiamat kecuali jika
dia datang kepada Allah dengannya, sebagaimana firman Allah:
يوم لا ينفع مال ولا بنون #إلا من أتى الله بقلب سليم ( الشعراء 88-89)
(yaitu) di hari harta dan anak anak laki-laki tiada
lagi berguna, kecuali orang orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (
QS. As- Syua`ara: 88-89)
Disebut qolbun
salimun (hati yang bersih, sehat) karena sifat sehat dan bersih telah
menyatu dengan hatinya. Qolbun salimun, yaitu hati yang bersih dan
sehat dari berbagai syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, bersih
dan selamat dari berbagai syubhat yang bertentangan dengan syari`atNya, ia
selamat dari melakukan penghambaan kepada selain-Nya, selamat dari pemutusan
hukum-hukum oleh selain rasul-Nya, bersih dalam mencintai Allah dan dalam berhukum
kepada rosul-Nya, bersih dalam ketakutan dan berpengharapan pada-Nya, dalam
bertawakkal kepada-Nya, dan dalam mencari ridho-Nya di segala keadaan , dan
dalam menjauhi dari kemungkaran karena apapun, dan inilah hakikat penghambaan (ubudiyyah)
yang tidak boleh ditunjukkan kepada selain Allah.
Imam Ibnu Katsir
menyebutkan dalam tafsirnya makna dari qolbun salimun yang
dinukil dari beberapa ulama, ia adalah hati yang tahu dan yakin bahwasanya
Allah itu benar, dan hari kiamat itu pasti kan datang tak ada keraguan padanya,
dan Allah akan membangkitkan yang di dalam kubur. Sebagian ulama menyebutkan
yaitu; hati yang bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah
dan bersih dari syirik serta bid`ah, yang nyaman dan tenang berada di atas
sunnah RAsulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Itulah hati seorang mukmin.
HATI YANG MATI
Hati yang tidak ada
kehidupan di dalamnya, ia tidak mengetahui Rabbnya, tidak menyembah-Nya sesuai
dengan perintah yang dicintai dan diridhoi-Nya. Ia bahkan selalu menuruti keinginan
nafsu dan kelezatan dirinya, meskipun dengan begitu ia akan dimurkai dan
dibenci Allah. Ia tidak memperdulikan semuanya. Ia menghamba kepada selain
Allah; dalam cinta, takut, harap, ridho, benci, pengagungan, dan penghambaan.
Jika ia mencintai maka ia mencintai karena hawa nafsunya, jika ia membenci maka
ia membenci karena hawa nafsunya, jika ia memberi maka ia memberi karena hawa
nafsunya, jika ia menolak ia menolak karena hawa nafsunya, ia lebih
mengutamakan dan mencintai hawa nafsunya daripada keridhoan Allah dan akan
menyesal di hari akhir atas pilihannya yang hina ini, sebagaimana dikisahkan
dalam Al-quran:
ويوم يعض الظالم على يديه يقول يليتني اتخذت مع الرسول سبيلا# يويلتى ليتني لم أتخذ فلانا خليلا# لقد أضلني عن الذكر بعد إذ جاءني و كان الشيطان للإنسان خذولا# ( الفرقان: 27-29)
Artinya:
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya seraya berkata: aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama sama rosul# kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab# sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS. Al-Furqan: 27-29)
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya seraya berkata: aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama sama rosul# kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab# sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS. Al-Furqan: 27-29)
Maka, membaur dengan orang
yang memiliki hati semacam ini adalah penyakit. Bergaul dengannya adalah racun
dan menemaninya adalah kehancuran.
HATI YANG SAKIT
Tipe hati yang ketiga ini
adalah hati yang hidup tetapi cacat. Ia memiliki dua materi yang saling tarik
menarik. Ketika ia memenangkan pertarungan itu, maka di dalamnya terdapat
kecintaan kepada Allah, keimanan, keikhlasan, dan tawakkal pada-Nya. Itulah
materi kehidupan. Di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan
dan usaha keras untuk mendapatkannya. Dengki, takabbur, bangga diri, kecintaan
berkuasa dan membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghancurkan dan
membinasakannya. Ia diuji oleh dua penyeru; yang satu menyeru kepada Allah dan
rasul-Nya serta hari akhirat, sedangkan yang lain menyeru kepada kenikmatan
sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pintu dan
letaknya dengan dirinya.
Hati yang pertama selalu
tawadhu`, lemah lembut dan sadar, hati yang kedua adalah hati kering dan mati,
sedangkan hati yang ketiga adalah hati yang sakit; ia bisa lebih dekat pada
keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada kehancuran, Allah menjelaskan ketiga
jenis hati itu dalam firman-Nya:
وما أرسلنا من قبلك من رسول ولا نبي إلا إذا تمنى ألقى الشيطان في أمنيته فينسخ الله ما يلقى الشيطان ثم يحكم الله ءايته والله عليم حكيم# ليجعل الله ما يلقى الشيطان فتنة للذين في قلوبهم مرض والقاسية قلوبهم و إن الظالمين لفي شقاق بعيد# وليعلم الذين أوتواالعلم أنه الحق من ربك فيؤمنوا به فتخبت له قلوبهم و إن الله لهاد الذين ءامنوا إلى صراط مسبقيم#
( الحج : 52-54)
Artinya :
Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rosulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana# agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang orang yang zalim itu, benar benar dalam permusuhan yang sangat# dan agar orang orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur`an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj: 52-54)
Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rosulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana# agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang orang yang zalim itu, benar benar dalam permusuhan yang sangat# dan agar orang orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur`an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj: 52-54)
Dalam ayat ini Allah
membagi hati menjadi 3 macam: dua hati terkena fitnah dan satu hati yang
selamat. Dua hati yang terkena fitnah adalah hati yang di dalamnya ada penyakit
dan hati yang keras (mati). Sedangkan yang selamat adalah hati orang mukmin,
yang merendahkan dirinya kepda Rabbnya. dialah hati yang merasa tenang
dengan-Nya, tunduk, berserah diri serta taat kepada-Nya.
APLIKASI AMALAN HATI
Qona`ah atau ridho dengan
apa yang Allah berikan padanya merupakan ibadah hati yang agung. Qona`ah adalah
buah hasil dari tawakkal pada Allah. Qona`ah dan tawakkal 2 muka mata uang yang
tidak bisa dipisahkan, keduanya akan saling melengkapi. Kalaupun seandainya
kita bertawakkal pada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah
akan memberikan kepada kita rezeki seperti rezekinya seekor burung yang pergi
pagi dalam keadaan lapar pulang petang dalam keadaan kenyang. Itulah
sebenar-benarnya tawakkal: tidak menyandarkan kepada sesuatu kecuali Allah
semata. Di jelaskan dalam sabda Rasulullah:
لو أنكم توكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا ( الحديث)
Artinya:
Kalaupun seandainya kalian
bertawakkal pada Allah dengan sebenar benarnya tawakkal niscaya Allah akan
memberi rizki pada kalian sebagaimana dia (Allah) memberi rizki seekor burung
yang mana dia pergi pagi dalam keadaan lapar dan kembali petang dalam keadaan kenyang (Alhadits)
وأن الله يحب المتوكلين ( آل عمران: 159)
Artinya:
dan sesungguhnya Allah
mencintai Orang orang yang bertawakkal(QS.
Ali imron: 159)
Mungkin agak sulit untuk
membiasakan diri selalu berada dalam koridor ibadah kepadaNya. Salah satu
alternatif agar kita selalu dalam penjagaan dan berada di atas bahtera
ibadah-Nya adalah dengan membiasakan ibadah yang kecil dan mudah; yaitu ibadah
hati. Rasulullah menyebutkan hati adalah solusi terakhir dari amar ma`ruf nahyi
munkar, dalam sabdanya:
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان (الحديث)
Artinya:
Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka(tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah serendah rendahnya iman.( HR Muslim)
Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka(tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah serendah rendahnya iman.( HR Muslim)
Jadi, gunakanlah hati ini
untuk selalu beribadah kepada-Nya, husnudzon “berprasangka baik” kepada Allah
di setiap keadaan, karena Allah bersama prasangka kita,
أنا عند ظن عبدي بي
Artinya: Sesungguhnya
Aku bersama prasangka hamba-Ku
Maksudnya, apabila kita
berprasangka kepada Allah dengan baik untuk suatu masalah pasti Allah kan
menjadikan ia baik kelak, dan sebaliknnya jika kita menyangka Allah itu tidak
baik kepada kita itulah yang akan kita terima, na’udzu billah min
dzalik..
Berfikir dan berprasangka
baiklah dalam setiap musibah dan ujian yang menimpa. Karena segala sesuatu
pasti ada hikmahnya, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita.
و أن الله لا يضيع أجر المؤمنين ( آل عمران : 171)
Artinya:
dan sesungguhnya Allah
tidak akan menghilangkan pahala orang orang mukmin (QS. Ali Imron: 171)
Sabar juga merupakan ibadah
hati yang agung. Bersabar bukan berarti pasif tanpa kerja aktif, menjalani
proses dalam suatu program merupakan aplikasi dari sabar itu sendiri tanpa
harus tergesa gesa, karena itu perbuatan syetan
العجلة من الشيطان
Artinya: terburu
buru itu termasuk perbuatan syetan
Berzikirlah di kala pagi
dan petang karena zikir akan membuat hati kita menjadi tenang
ألا بذكرالله تطمئن القلوب (الرعد:28)
Artinya;
dan ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang (QS. Ar-Ro`d: 28)
dan ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang (QS. Ar-Ro`d: 28)
Biasakan selalu bibir dan
hati ini berzikir, bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil dan bershalawat.
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا و هي القلب ( الحديث)
Artinya: Ketahuilah
bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah
seluruh tubuh ini dan jika di buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah
bahwa dia adalah hati (Alhadits)
Semoga coretan ini bisa
memberi sedikit pencerahan pada kita semua.
Kota Nabi, Sabtu 23 Maret
2013
No comments:
Post a Comment
TERIMAKASIH