Anak 3
Tahun sudah Hafal Quran,Subhanallah | Cara menghafal Al-Quran |
SukSES,Funza-pintar.blogspot.com
Assalmualaikum Wr Wb..
Semoga blog ini membuat anda ingin
berjuang untuk menghafal Al Qur’an.AamiiN
Subhanallah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Setiap
umat muslim pasti mendambakan dan bercita-cita untuk bisa menghafalkan
Al-Qur'an. Kitab Suci Al-Qur'an yang merupakan pedoman hidup umat muslim di
seluruh penjuru dunia serta berisi 30 juz, sungguh tidak mudah untuk bisa
menghafalnya. Bahkan tidak sedikit umat muslim di Indonesia yang bisa walaupun
sekedar membacanya.
Jika
seorang anak hafal Qur'an, smua itu tidak lepas dari izin, hidayah dan
pertolongan Allah, serta bagaimana kedua orangtuanya mendidiknya dengan cara
yang bijaksana. Artinya bukan hanya menyuruh anak agar hafal Quran, namun
menjadi contoh kepada anak dengan selalu membaca Al-Quran di setiap waktu.
Bocah
asal Nigeria 3 tahun hafal al-Quran
Sungguh
menakjubkan bocah asal Nigeria yang satu ini. Ia mampu menghafal seluruh isi
Alquran di usia tiga tahun delapan bulan. Rukkayatu Fatahu Umar, demikian nama
bocah perempuan tersebut.
Dikutip
dari Nigerian Tribune, Rukkayatu begitu gembira dengan prestasinya. Ia sangat
senang menghafal Alquran bahkan ingin anak-anak di seluruh dunia dapat belajar
dan menghafal Kitabullah sepertinya.
"Saya
bersyukur kepada Allah," ujar Rukkayatu saat ditanya bagaimana perasaannya
dapat menghafal Quran di usia sangat belia.
Rukkayatu
mulai menghafal kitab suci di sebuah sekolah Quran milik Yayasan Syekh Dahiru
Usman di Barkin Ruwa Askulaye di Kaduna. Syaikh Dahiru Uslam bukan lain
merupakan kakek Rukkayatu. Bukan ikut bersekolah, gadis kecil tersebut selalu
turut serta sang ibu yang merupakan pengajar di sekolah tersebut.
Di
kelas hafalan, ia pun terbiasa mendengarkan bacaan Alquran. Hingga kemudian
Rukkayatu ikut membaca ayat-ayat Quran bersama para siswa, bahkan menghafalnya.
"Ia terus menghadiri kelas menghafal hingga saat ini ia telah
menyelesaikan hafalan seluruh Alquran," ujar sang ibu, Sayyada Maimunatu.
Hafalan
Quran bagi Rukkayatu seperti halnya bermain yang sangat menyenangkan. Ia bahkan
begitu rajin ke sekolah setiap hari sejak pukul 07.00 pagi dan pulang pukul
18.00 sore. "Ini bukan berarti seolah-olah ia tak bermain dengan
teman-temannya. Ia melakukannya (bermain), terutama dengan mereka yang juga
menghafal Al-Qur'an seperti dia. Hal ini memudahkan mereka sebagai perhatian
dan fokus pada tujuan yang sama, yakni menghafal Al-Qur'an," kata sang
ibu.
Kabar
hafalan Rukkayatu pun didengar seluruh penjuru Baauchi. Masyarakat Bauchi pun
digemparkan oleh bocah hafizah Quran tersebut. Mereka terus membicarakan
Rukkayatu. Kemudian pada Kamis (24/1) lalu, sang hafizah kecil unjuk gigi pada
acara wisuda dari sekolah yayasan Syekh Dahiru. Saat itu lah menjadi ujian
hafalan Rukkayati untuk kali pertama.
Sang
kakek, Sheikh Dahiru Usman, ingin menunjukkan kebenaran kabar prestasi cucunya.
Ia ingin membuktikan bahwa prestasi si kecil Rukkayatu bukanlah sebuah
kebetulan melainkan karena ia belajar dengan sungguh-sungguh. Syaikh pun
kemudian meminta Rukkayatu berdiri dihadapan sekumpulan orang-orang termasuk beberapa
ulama. Mereka menguji hafalan dan kebenaran bacaan Qur'an Rukkayatu. Hasilnya
begitu menakjubkan mereka.
Sepertinya
menghafal Quran sudah menjadi prestasi keluarga Rukkayatu. Ibunya, Sayyada
Maimunatu telah menjadi hafizhah di usia 12 tahun. Ayahnya, Fatahu Umar
Pandogari pun merupakan hafiz Qur'an. Didikan sang kakek, yang merupakan ulama
terkenal di kawasan Bauchi, Sheikh Dahiru Usman menghasilkan keluarga penghafal
AlQuran.
Menanggapi
putri kecilnya yang hafal di usia balita, Sayyada Maimunatu menyatakan
kegembiraannya. Ia pun bersyukur memiliki ayah seorang ulama yang telah
membangun keluarganya mencintai Al-Qur'an. "Jujur, saya tidak bisa
mengatakan apa-apa, tapi saya sangat bersyukur kepada Allah atas semua ini. Ini
memang berkat darat Allah. Saya sangat bersyukur kepada Allah untuk ini,''
tuturnya.
''Saya
juga bersyukur memiliki ayah seperti Syaikh Dahiru Bauchi yang mendidikku di
jalan Islam. Semoga Allah memberinya umur panjang sehingga beliau dapat terus
mengabdikan diri kepada Allah dan bermanfaat bagi umat Islam dan umat manusia
pada umumnya," tuturnya.
Sang
ibu pun bertekad akan terus menjaga hafalan putrinya. Usia putrinya masih
teralu muda untuk diambil hak bermain. Belum lagi saat memasuki sekolah umum
yang mengharuskannya mempelajari banyak hal selain hafalan Alquran. Namun ia
terus memberikan pelatihan hafalan pada putrinya. Maimunatu berniat baru akan
memasukkan Rukkayatu ke sekolah umum setelah usianya 10 tahun.

Hafal
Quran, Rukkayatu Fatahu Umar bersama ibunya
Sebelum
usia 10 tahun, Rukkayatu akan fokus pada pembelajaran Alquran dan Islam. Namun
setelah berdiskusi dengan suaminya, zaman sudah berubah, peradaban semakin
berkembang, Rukkayatu akan mengenyam bangku sekolah di usia enam tahun. Meski
demikian, pendidikan Islam tak akan luput dari pembelajaran Rukkayatu hingga
dewasa.
Source : Republika.Co.id
No comments:
Post a Comment
TERIMAKASIH